Jumat, 29 Maret 2013

PENALARAN DALAM BAHASA INDONESIA


Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
contoh penalaran induktif adalah :kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.
Selanjutnya pengertian penalaran induktif menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 :14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1. cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berfikir logis.
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
Untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin.
Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.
Induksi kuat:
Semua burung gagak yang kulihat berwarna hitam.
Induksi lemah:
Aku selalu menggantung gambar dengan paku.
Banyak denda mengebut diberikan pada remaja.
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.
Jenis – jenis penalaran induktif yaitu :
1. Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
Contoh :
Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EA06 telah keluar. Ternyata dari 40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EA06 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Macam – macam generalisasi :
  • a. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
  • b. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.
2. Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.
Contoh :
Danih adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Sandy, dia merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.
3. Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai
Macam – macam hubungan kausal :
  • a. Sebab - akibat
Contoh :
Sejumlah pengusaha angkutan di Bantul terpaksa gulung tikar karena pendapatan yang mereka peroleh tidak bisa menutup biaya operasional. Minimnya pendapatan karena sebagian besar penumpang membayar ongkos dibawah ketentuan tarif yang sudah ditetapkan, akibat ketidakmampuan ekonomi. (Sumber : Kompas, 10 Mei 2008).
  • b. Akibat -sebab
Contoh :
Andi mendapat nilai yang memuaskan pada ujian semester kenaikan kelas. Dia mendapat rangking pertama di kelasnya. Hasil yang diperoleh Andi ini dia dapatkan karena belajar yang sangat tekun setiap harinya.
  • c Akibat – akibat
Contoh :
Kemarin Lusi mengalami kecelakaan akibat menabrak pembatas jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut dia mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit.
Sumber :  
http://pratiwi-19.blogspot.com/2012/03/penalaran-induktif_683.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/definisi-penalaran-induktif-dan-contohnya/
http://robiantocokro.wordpress.com/2011/12/13/penalaran-induktif/

Kamis, 21 Maret 2013

JENIS JENIS KARANGAN dan CIRI-CIRI KARANGAN



BERDASARKAN PENGERTIAN DAN   
 1. Karangan Narasi
     Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian
     peristiwa yang biasanya disusun  menurut  urutan  waktu.
     Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah
      perjalanan, biografi, otobiografi.

    Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi
    a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
    b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang
         menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
    c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
    d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

2.    Karangan Deskripsi
        Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan
        atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat,
        mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
        Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi
     a.  Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
     b.  Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman
           pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat,
           merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu
           objek yang  dideskripsikan
     c.  Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil
           objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia,
           dan hal yang dipersonifikasikan
     d.  Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode
           realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau
           sikap penulis

 3.  Karangan Eksposisi
        Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang
        memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,
        memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

       Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi
        a.  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
        b.  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi
              (data faktual)
        c.  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan
              kehendak
        d.  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif
              terhadap fakta yang ada
        e.  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau
              tentang proses kerja sesuatu

4.  Karangan Persuasi
      Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk
      membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau
      ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

5.  Karangan Argumentasi
      Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya
      bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca
      terhadap suatu masalah dengan mengemukakan
      alasan, bukti, dan contoh nyata.

      Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi
      a.    Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran
             gagasan pengarang sehingga kebenaran itu
             diakui oleh pembaca
      b.   Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta,
             grafik, tabel, gambar
     c.    Dalam argumentasi pengarang berusaha
             mengubah sikap, pendapat atau pandangan
             pembaca
     d.    Dalam membuktikan sesuatu, pengarang
             menghindarkan keterlibatan emosi dan 
             menjauhkan subjektivitas
      e.   Dalam membuktikan kebenaran pendapat
             pengarang, kita dapat menggunakan
             bermacam-macam pola pembuktian
http://yosisusantismkn7.wordpress.com/2011/05/27/jenis-jenis-karangan-berdasarkan-pengertian-dan-ciri-ciri-karangan/

Minggu, 17 Maret 2013

kasus tentang analisis metode ilmiah



Contoh Kasus

Dua hari menjelang Lebaran, harga cabai merah yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta semakin ‘pedas’ naik Rp 6000/kg. Harga kebutuhan pokok masyarakat lainya juga naik seperti daging ayam dan daging sapi.

Dalam kondisi normal cabai merah dijual Rp 20.000/kg. Kini harganya jadi Rp 26.000/kg. Kenaikan harga cabai dipicu tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan membuat rujak asinan, sambal goreng kentang, dan rendang. “Sudah biasa, harga cabai merah mendekati Lebaran naik karena tahu banyak warga membutuhkan rempah rempah ini untuk rendang dan rujak asinan,”gerutu pengunjung Pasar Rebo, Marni, 40, Kamis (16/8).

Bila harga cabai merah naik, berbeda dengan cabai rawit yang harganya justru turun menjadi Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp 12.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng curah dijual normal Rp 11.000/kg, bawang putih Rp 20.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. “Ketiga komoditi ini harganya masih stabil tak mengalami kenaikan,”ungkap Komar, 35, pedagang sayuran di Pasar Rebo.

Kenaikan harga mencolok dirasakan warga untuk adalah daging sapi dan daging ayam. Harga daging sapi melambung naik menjadi Rp 85.000/kg, mengalami kenaikan Rp 15.000/kg dari kondisi normal Rp 65.000/kg.

Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam naik Rp 2000/kg, dari Rp 28.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Kondisi kenaikan harga daging baik sapi maupun ini diprediksi masyarakat akan terus merangkan naik hingga H-1 lebaran dan bisa menembus Rp 100.000/kg. “Tahun lalu pun begitu, daging sapi menyentuh Rp 100.000/kg,”ungkap Marni.
Jaya, pedagang daging sapi, tak menampik menyoal kenaikan harga daging pada dua hari menjelang lebaran. Ia menganggapnya sudah lumrah dan biasa ketika menjelang lebaran. ” Ah, enggak usah kaget karena sudah biasa harga daging sapi ini selalu naik setiap mau lebaran,”pungkasnya. (dadan)
  


Analisis

Pengambilan Konsep 

Dari contoh kasus diatas kita dapat mengambil konsep “ Kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional“

Kesimpulan Sementara

Paragraf yang dijadikan kesimpulan sementara :
Dua hari menjelang Lebaran, harga cabai merah yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta semakin ‘pedas’ naik Rp 6000/kg. Harga kebutuhan pokok masyarakat lainya juga naik seperti daging ayam dan daging sapi.

Verifikasi atau pembuktian hipotesis

Dalam kondisi normal cabai merah dijual Rp 20.000/kg. Kini harganya jadi Rp 26.000/kg. Kenaikan harga cabai dipicu tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan membuat rujak asinan, sambal goreng kentang, dan rendang. “Sudah biasa, harga cabai merah mendekati Lebaran naik karena tahu banyak warga membutuhkan rempah rempah ini untuk rendang dan rujak asinan,”gerutu pengunjung Pasar Rebo, Marni, 40, Kamis (16/8).
Bila harga cabai merah naik, berbeda dengan cabai rawit yang harganya justru turun menjadi Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp 12.000/kg. Sedangkan harga minyak goreng curah dijual normal Rp 11.000/kg, bawang putih Rp 20.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. “Ketiga komoditi ini harganya masih stabil tak mengalami kenaikan,”ungkap Komar, 35, pedagang sayuran di Pasar Rebo.

Kenaikan harga mencolok dirasakan warga untuk adalah daging sapi dan daging ayam. Harga daging sapi melambung naik menjadi Rp 85.000/kg, mengalami kenaikan Rp 15.000/kg dari kondisi normal Rp 65.000/kg.
Kenaikan serupa terjadi pada daging ayam naik Rp 2000/kg, dari Rp 28.000/kg kini menjadi Rp 30.000/kg. Kondisi kenaikan harga daging baik sapi maupun ini diprediksi masyarakat akan terus merangkan naik hingga H-1 lebaran dan bisa menembus Rp 100.000/kg. “Tahun lalu pun begitu, daging sapi menyentuh Rp 100.000/kg,”ungkap Marni.

Kesimpulan

Menjelang lebaran sudah menjadi hal yang biasa apabila terjadi kenaikan harga bahan pokok, meningat tingginya permintaan, jadi sebagian pedagang dan pembeli tidak terlalu kaget.

Sumber :
http://meryana90.blogspot.com/2013/03/metode-ilmiah-dan-analisis-kasus.html