Jumat, 21 Oktober 2011

Koperasi sekolah Budi Jaya
NERACA
periode 31 Desember 2010





AKTIVA




Aktiva Lancar




Kas



Rp.  18.980.000
Piutang



Rp.  24.000.000
Sewa YDM



Rp.    4.500.000
PBD



Rp.  25.900.000
BHP Kantor



Rp.       400.000
Iklan YDM



Rp.   1.200.000

Jumlah Aktiva Lancar

Rp. 74.980.000





Aktiva tetap




Peralatan Toko

Rp.  4.000.000


Ak.Penyusutan peralatan
Rp.   1.200.000




Rp.   2.800.000


Mesin

Rp. 95.000.000



Jumlah Aktiva tetap

Rp.   97.800.000




Rp. 172.780.000





Pasiva




Utang




Utang Lancar




Utang Dagang

Rp. 31.500.000


Utang wesel

Rp. 5.000.000


utang gaji

Rp. 600.000




Rp. 37.100.000







Utang jangka panjang



Utang hipotek

Rp. 30.000.000


Jumlah Utang



Rp.67.100.000





Ekuitas




Modal budi



Rp.105.680.000

Jumlah Utang dan Modal

Rp. 172.780.000




























LAPORAN PERUBAHAN MODAL
periode 31 Desember 2010
modal awal


Rp.100.000.000
Laba bersih

Rp. 8.180.000


Pengambilan prive
Rp. 2.500.000




Rp. 5.680.000

Rp.     5.680.000
Modal akhir


Rp. 105.680.000



























Koperasi sekolah Budi Jaya
LAPORAN RUGI LABA
periode 31 Desember 2010
Penjualan



Rp. 90.100.000
Retur Penjualan


Rp. 3.000.000

Potongan Penjualan


Rp. 1.300.000





Rp.  ( 4.300.000)
Penjualan bersih



Rp. 85.800.000
Harga Pokok Penjualan




PBD Awal


Rp. 27.500.000

Pembelian

Rp.63.600.000


Beban angkut pembelian
Rp.  2.800.000




Rp. 66.400.000


Retur pembelian
Rp. 2.700.000



potongan pembelian
Rp.    900.000





Rp. (3.600.000)


Pembelian bersih


Rp. 62.800.000

Barang dagang sedia untuk di jual

Rp. 90.300.000

PBD Akhir


Rp. (25.900.000)

HPP (CGS)



Rp. (64.400.000)
Laba bruto atas penjualan


Rp. 21.400.000
Beban operasi Perusahaan



Beban Penjualan




B.gaji

Rp. 8.300.000


B.sewa toko

Rp. 1.500.000


B.iklan

Rp.    800.000


B.Penyusutan peralatan toko
Rp.    400.000





Rp. 11.000.000

Beban administrasi dan Umum



Beban BHP Kantor

Rp. 2.300.000


Beban administrasi dan Umum
Rp.      40.000


jumlah beban operasi


Rp. 2.340.000

Laba bersih operasi



Rp.(13.340.000)
P. NON OPER



Rp.  8.060.000
pendapatan bunga



Rp.     120.000
Laba bersih



Rp. 8.180.000








Koperasi sekolah Budi Jaya               
LAPORAN RUGI LABA               
periode 31 Desember 2010               
Penjualan                Rp. 90.100.000
Retur Penjualan            Rp. 3.000.000   
Potongan Penjualan            Rp. 1.300.000   
                Rp.   (4.300.000)
Penjualan bersih                Rp. 85.800.000
Harga Pokok Penjualan               
PBD Awal            Rp. 27.500.000   
Pembelian        Rp.63.600.000       
Beban angkut pembelian        Rp.  2.800.000       
        Rp. 66.400.000       
Retur pembelian    Rp. 2.700.000           
potongan pembelian    Rp.    900.000           
        Rp. (3.600.000)       
Pembelian bersih            Rp. 62.800.000   
Barang dagang sedia untuk di jual            Rp. 90.300.000   
PBD Akhir            Rp. (25.900.000)   
HPP (CGS)                Rp. (64.400.000)
Laba bruto atas penjualan                Rp. 21.400.000
Beban operasi Perusahaan               
Beban Penjualan               
B.gaji        Rp. 8.300.000       
B.sewa toko        Rp. 1.500.000       
B.iklan        Rp.    800.000       
B.Penyusutan peralatan toko        Rp.    400.000       
            Rp. 11.000.000   
Beban administrasi dan Umum               
Beban BHP Kantor        Rp. 2.300.000       
Beban administrasi dan Umum        Rp.      40.000       
jumlah beban operasi            Rp. 2.340.000   
Laba bersih operasi                Rp.(13.340.000)
Pendapatan dan beban nonoperasianal                Rp.  8.060.000
pendapatan bunga                Rp.     120.000
Laba bersih                Rp. 8.180.000

Rabu, 19 Oktober 2011

SISTEM EKONOMI KERAKYATAN MELALUI GERAKAN KOPERASI

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat.Dimana ekonomi rakyat adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat ,dengan cara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.

Gagasan ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternatif dari para ahli ekonomi Indonesia untuk menjawab kegagalan yang dialami oleh negara negara berkembang termasuk Indonesia dalam menerapkan teori pertumbuhan.

Dari pernyataan tersebut jelas sekali bahwa konsep, ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya untuk lebih mengedepankan masyarakat. Dengan kata lain konsep ekonomi kerakyatan dilakukan sebagai sebuah strategi untuk
membangun kesejahteraan dengan lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Menurut Guru Besar, FE UGM ( alm ) Prof. Dr. Mubyarto, sistem Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh – sungguhpada ekonomi rakyat Dalam praktiknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring ( network ) yang menghubung – hubungkan
sentra – sentra inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat ke dalam suatu jaringan berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya jejaring pasar domestik diantara sentara dan pelaku usaha masyarakat.

Oleh karena itu perlu adanya gerakan ekonomi kerakyatan lelaui koperasi yang sebagai mana di jelaskan Menurut UU no. 25/1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggota orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaz kekeluargaan (pasal 1). Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya srta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (pasal 3).

Prinsip Dasar Koperasi di Indonesia:
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
4. Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal
5. Kemandirian

Landasan Koperasi
(pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, dan kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya di dalam sistem perekonomian) di Indonesia adalah Pancasila, karena Pancasila adalah pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia, merupakan jiwa dan semangat rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bercirikan nilai-nilai luhur kemanusiaan yang menjadi budaya bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, disini perlu dipaparkan beberapa contoh untuk lebih meyakinkan kita semua bahwa sesungguhnya sistem koperasi mampu untuk mengelola usaha dengan baik, menyejahterakan anggotanya dan sekaligus berfungsi sebagai kekuatan pengimbang (countervailing power) dalam sistem ekonomi.
Oleh sebab itu dengan adanya ekonomi kerakratan melalui koperasi dapat dirasakan manfaatnya diantaranya adalah
1. mendorong terwujudnya kehidupan tentram dan damai
2. menciptakaan keadaan yang jujur dalam segala aspek
3. melatih masyarakat untuk menggunakan pendapat secara efektif

jadi kesimpulannya dalam gerakan ekonomi koperasi ini banyak sekali hal – hal positif yang dapat kita ambil dan dapat kita pelajari untuk menambah pengetahuan dan wawasan diri. Untuk digunakan dalam segala aspek kehidupan.a

Selasa, 18 Oktober 2011

LAPORAN KEUANGAN

Koperasi sekolah Budi Jaya
LAPORAN RUGI LABA
periode 31 Desember 2010
Penjualan Rp. 90.100.000
Retur Penjualan Rp. 3.000.000
Potongan Penjualan Rp. 1.300.000
Rp. (4.300.000)
Penjualan bersih Rp. 85.800.000
Harga Pokok Penjualan
PBD Awal Rp. 27.500.000
Pembelian Rp. 63.600.000
Beban angkut pembelian Rp. 2.800.000+
Rp. 66.400.000
Retur pembelian Rp. 2.700.000
potongan pembelian Rp. 900.000+
Rp. (3.600.000)
Pembelian bersih Rp. 62.800.000+
Barang dagang sedia untuk di jual Rp. 90.300.000
PBD Akhir Rp. (25.900.000)
HPP (CGS) Rp. (64.400.000)
Laba bruto atas penjualan Rp. 21.400.000
Beban operasi Perusahaan
Beban Penjualan
B.gaji Rp. 8.300.000
B.sewa toko Rp. 1.500.000
B.iklan Rp. 800.000
B.Penyusutan peralatan toko Rp. 400.000
Rp. 11.000.000
Beban administrasi dan Umum
Beban BHP Kantor Rp. 2.300.000
Beban administrasi dan Umum Rp. 40.000
jumlah beban operasi Rp. 2.340.000
Laba bersih operasi Rp.(13.340.000)
Pendapatan dan beban nonoperasianal Rp. 8.060.000
pendapatan bunga Rp. 120.000
Laba bersih Rp. 8.180.000









Koperasi sekolah Budi Jaya
NERACA
periode 31 Desember 2010

AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas Rp. 18.980.000
Piutang Rp. 24.000.000
Sewa YDM Rp. 4.500.000
PBD Rp. 25.900.000
BHP Kantor Rp. 400.000
Iklan YDM Rp. 1.200.000
Jumlah Aktiva Lancar Rp. 74.980.000

Aktiva tetap
Peralatan Toko Rp. 4.000.000
Ak.Penyusutan peralatan Rp. (1.200.000)
Rp. 2.800.000
Mesin Rp. 95.000.000 +
Jumlah Aktiva tetap Rp. 97.800.000
Rp. 172.780.000

Pasiva
Utang
Utang Lancar
Utang Dagang Rp. 31.500.000
Utang wesel Rp. 5.000.000
utang gaji Rp. 600.000
Rp. 37.100.000

Utang jangka panjang
Utang hipotek Rp. 30.000.000 +
Jumlah Utang Rp. 67.100.000

Ekuitas
Modal budi Rp. 105.680.000
Jumlah Utang dan Modal Rp. 172.780.000


Koperasi sekolah Budi Jaya
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
periode 31 Desember 2010
modal awal Rp.100.000.000
Laba bersih Rp. 8.180.000
Pengambilan prive Rp. 2.500.000
Rp. 5.680.000 Rp. 5.680.000
Modal akhir Rp. 105.680.000